Membaca nyaring atau read aloud bukan hanya membacakan tulisan dalam sebuah buku. Ada suara, intonasi, ekspresi, dan interaksi yang membuat cerita terasa hidup serta menarik bagi anak. Melalui kegiatan ini, membaca dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membantu menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku sejak dini.
Semangat inilah yang melatarbelakangi penyelenggaraan Lomba Membaca Nyaring Tahun 2026 oleh Pokja II Tim Penggerak PKK Kota Surakarta. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari Pelatihan Membaca Nyaring bagi guru dan kader PKK yang telah dilaksanakan pada tahun 2025.
Pada pelatihan tahun 2025, saya menjadi salah satu trainernya. Dan di lomba ini, saya menjadi salah satu jurinya juga, bersama Mbak Anis Masita dari Pobee Indonesia dan Mas Rifai dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Surakarta. Pelatihan sebelumnya menjadi ruang untuk mengenal dan mempelajari teknik membaca nyaring, kemudian lomba ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya para guru dan kader PKK dalam mendukung penguatan literasi anak.
Lomba Membaca Nyaring Tahun 2026 diikuti oleh 15 peserta yang merupakan perwakilan kecamatan di Kota Surakarta. Para peserta menunjukkan kreativitas dan keterampilan dalam membawakan cerita dengan cara yang ekspresif dan komunikatif.
Dalam membaca nyaring, kemampuan melafalkan kata dengan jelas saja belum cukup. Pembaca juga perlu memahami isi cerita, mengatur intonasi, menggunakan ekspresi yang sesuai, serta membangun interaksi agar anak tertarik mengikuti alur cerita. Berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam praktik membaca nyaring. Cara membawakan cerita dapat membantu anak mengikuti jalannya kisah, mengenali emosi tokoh, membayangkan situasi, dan memahami pesan yang disampaikan.
Melalui lomba ini, peserta memiliki kesempatan untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus belajar dari pengalaman dan penampilan peserta lainnya. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk saling menginspirasi dan berbagi praktik baik.






















