Lomba Membaca Nyaring TP PKK Kota Surakarta 2026: Menguatkan Budaya Literasi Sejak Usia Dini





LOMBA MEMBACA NYARING READ ALOUD

LOMBA MEMBACA NYARING READ ALOUD


Membaca nyaring atau read aloud bukan hanya membacakan tulisan dalam sebuah buku. Ada suara, intonasi, ekspresi, dan interaksi yang membuat cerita terasa hidup serta menarik bagi anak. Melalui kegiatan ini, membaca dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membantu menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku sejak dini.


Semangat inilah yang melatarbelakangi penyelenggaraan Lomba Membaca Nyaring Tahun 2026 oleh Pokja II Tim Penggerak PKK Kota Surakarta. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari Pelatihan Membaca Nyaring bagi guru dan kader PKK yang telah dilaksanakan pada tahun 2025.


Pada pelatihan tahun 2025, saya menjadi salah satu trainernya. Dan di lomba ini, saya menjadi salah satu jurinya juga, bersama Mbak Anis Masita dari Pobee Indonesia dan Mas Rifai dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Surakarta. Pelatihan sebelumnya menjadi ruang untuk mengenal dan mempelajari teknik membaca nyaring, kemudian lomba ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya para guru dan kader PKK dalam mendukung penguatan literasi anak.


LOMBA MEMBACA NYARING READ ALOUD


Lomba Membaca Nyaring Tahun 2026 diikuti oleh 15 peserta yang merupakan perwakilan kecamatan di Kota Surakarta. Para peserta menunjukkan kreativitas dan keterampilan dalam membawakan cerita dengan cara yang ekspresif dan komunikatif.


Dalam membaca nyaring, kemampuan melafalkan kata dengan jelas saja belum cukup. Pembaca juga perlu memahami isi cerita, mengatur intonasi, menggunakan ekspresi yang sesuai, serta membangun interaksi agar anak tertarik mengikuti alur cerita. Berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam praktik membaca nyaring. Cara membawakan cerita dapat membantu anak mengikuti jalannya kisah, mengenali emosi tokoh, membayangkan situasi, dan memahami pesan yang disampaikan.


LOMBA MEMBACA NYARING READ ALOUD


Melalui lomba ini, peserta memiliki kesempatan untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus belajar dari pengalaman dan penampilan peserta lainnya. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk saling menginspirasi dan berbagi praktik baik.



Selamatkan Rimbaku! Read Aloud Solo Raya Ajak Anak Menumbuhkan Kepedulian terhadap Lingkungan





Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditumbuhkan sejak dini. Anak-anak perlu mengenal alam, memahami pentingnya menjaga hutan, serta belajar bahwa tindakan manusia dapat membawa dampak bagi kehidupan makhluk lain.


Salah satu persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bencana ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengurangi kualitas udara, dan menghilangkan habitat berbagai satwa. Di Kalimantan, dampak kebakaran hutan menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.


Berangkat dari kepedulian tersebut, Komunitas Read Aloud Solo Raya berpartisipasi dalam Solo Literacy Festival 2026 melalui kegiatan edukasi interaktif bertajuk “Selamatkan Rimbaku! Interaktif Read Aloud untuk Menumbuhkan Kepedulian Ekologis & Karhutla”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 15.30 WIB di Ndalem Djojokoesoeman, sebagai bagian dari rangkaian Solo Literacy Festival 2026. Program ini menyasar anak-anak usia TK dan SD bersama keluarga, dengan pendekatan literasi yang menggabungkan cerita, diskusi, permainan, dan aktivitas kreatif.


Mengenalkan Isu Lingkungan Melalui Membaca Nyaring\



Membicarakan persoalan lingkungan kepada anak-anak membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan usia dan pengalaman mereka. Membaca nyaring atau read aloud menjadi salah satu cara untuk mengenalkan isu tersebut melalui cerita yang dekat dengan dunia anak.


Dalam kegiatan Selamatkan Rimbaku!, cerita digunakan sebagai pintu masuk untuk mengajak anak mengenali hutan, memahami peran pentingnya bagi kehidupan, serta melihat dampak yang dapat terjadi ketika kebakaran merusak lingkungan.


Melalui sesi interaktif, anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga diajak merespons, menyampaikan pendapat, dan berdiskusi. Dengan demikian, kegiatan membaca menjadi pengalaman yang mendorong rasa ingin tahu sekaligus membangun kepekaan terhadap lingkungan.


Pendekatan ini juga memberi ruang bagi orang tua untuk terlibat dalam proses belajar bersama anak. Sebab, kepedulian terhadap bumi tidak cukup hanya dikenalkan melalui pengetahuan, tetapi perlu dibangun melalui percakapan dan kebiasaan sehari-hari.


Bookish Play: Dari Hutan yang Bersedih Menuju Hutan Harapan


Selain membaca nyaring, kegiatan ini dilengkapi dengan bookish play, yaitu aktivitas bermain dan berkarya yang terhubung dengan pengalaman membaca. Melalui aktivitas bertema Hutan yang Bersedih dan Hutan Harapan, anak-anak diajak mengeksplorasi dampak kebakaran hutan sekaligus membayangkan kondisi lingkungan yang terjaga.


Kegiatan art and craft dipadukan dengan diskusi kelompok untuk membantu anak memahami hubungan sebab-akibat kebakaran hutan. Mereka diajak mengenali bahwa kerusakan hutan dapat memengaruhi kehidupan tumbuhan, satwa, dan manusia. Setelah memahami persoalan tersebut, anak-anak juga diajak membangun gambaran tentang hutan yang sehat dan lestari. Dengan cara ini, pembelajaran tidak berhenti pada pengenalan masalah, tetapi turut membuka ruang untuk membicarakan harapan dan tindakan sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan.


Aktivitas kreatif membuat anak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan pemahaman mereka melalui karya. Sementara itu, diskusi kelompok membantu mereka belajar mendengarkan pendapat teman dan menyampaikan gagasan sendiri.


Melalui kegiatan ini, Read Aloud Solo Raya berharap literasi dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan isu lingkungan dengan cara yang menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.



Read Aloud Solo Raya Goes to KB-RA An Naafi’u Surakarta






Belajar membaca nyaring tidak cukup hanya dengan memahami teori. Diperlukan praktik langsung agar calon fasilitator mampu membawakan cerita dengan menarik, membangun interaksi, dan menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi anak-anak.


Semangat inilah yang saya dan kawan- kawan komunitas Read Aloud Solo Raya bawa dalam kegiatan Read aloud Solo Raya Goes to Schoolyang dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026, di KB-RA An Naafi’u Surakarta


Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari Pelatihan Read Aloud yang diselenggarakan pada 1 Juli 2026. Setelah mempelajari teknik membaca nyaring dalam pelatihan, para peserta mendapat kesempatan untuk menerapkannya secara langsung di lingkungan sekolah.



Melalui praktik ini, peserta belajar membawakan cerita dengan memperhatikan intonasi, ekspresi, pelafalan, serta interaksi dengan anak-anak. Mereka juga berlatih membangun suasana membaca yang menyenangkan agar anak dapat mengikuti cerita dengan penuh perhatian.Bagi calon fasilitator Read Aloud, pengalaman bertemu langsung dengan anak-anak menjadi bagian penting dalam proses belajar. Setiap sesi menghadirkan kesempatan untuk mengenali respons anak, menyesuaikan cara bercerita, dan mengembangkan keterampilan membacakan buku secara lebih efektif.


Membaca nyaring atau read aloud merupakan kegiatan membacakan buku dengan suara lantang kepada anak, disertai penghayatan dan interaksi yang membantu mereka memahami cerita. Buakn hanya  mendengarkan bacaan, anak-anak dapat diajak membayangkan tokoh dan peristiwa, mengenal kosakata baru, serta mengembangkan kemampuan menyimak. Pengalaman membaca yang menyenangkan juga dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kedekatan anak dengan buku.



Karena itu, peran fasilitator tidak hanya membacakan teks. Fasilitator juga perlu menghadirkan cerita dengan cara yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak, memberi ruang bagi mereka untuk merespons, serta menjaga agar kegiatan membaca terasa menyenangkan.


Praktik di sekolah menjadi kesempatan bagi peserta untuk menerapkan hal-hal tersebut sekaligus membangun kepercayaan diri dalam memfasilitasi kegiatan membaca nyaring.



Memandu Nusa Membaca Bersama Gramedia: Merayakan Hari Anak Lewat Buku Favorit Masa Kecil

 komunitas read aloud solo raya


Bagi saya, membaca buku bukan hanya tentang mengikuti sebuah cerita. Buku juga bisa membawa kita kembali pada kenangan, mengingat pengalaman masa kecil, dan melihat kembali perjalanan diri dari sudut pandang yang berbeda.


Pengalaman itu hadir saat saya dipercaya memandu kegiatan Nusa Membaca bersama Gramedia di Solo, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Kegiatan ini mengajak peserta dari Komunitas Read Aloud solo Raya merayakan kedekatan dengan buku melalui membaca bersama, berbagi cerita, dan menulis surat untuk diri sendiri.


komunitas read aloud solo raya


Salah satu bagian yang menarik bagi saya adalah ketika peserta membaca buku favorit mereka saat kecil. Setiap orang memiliki pilihan dan kenangan yang berbeda terhadap buku yang pernah menemani masa kecilnya. Setelah membaca, peserta berbagi cerita tentang buku yang dipilih. Dari sesi ini, buku menjadi lebih dari sekadar bacaan. Ada kenangan yang kembali diingat, pesan cerita yang masih melekat, hingga pengalaman personal yang ingin dibagikan kepada orang lain.


Sebagai pemandu acara, saya melihat sesi berbagi ini menjadi ruang untuk saling mengenal melalui cerita. Buku yang mungkin sederhana bagi seseorang ternyata bisa menyimpan makna tersendiri bagi orang lain.


komunitas read aloud solo raya


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menulis surat untuk diri sendiri. Peserta diajak meluangkan waktu untuk menuliskan pikiran, perasaan, atau pesan yang ingin disampaikan kepada dirinya. Aktivitas ini memberikan pengalaman yang berbeda dari sesi membaca dan berbagi cerita.


Bagi saya, perpaduan membaca, bercerita, dan menulis membuat kegiatan ini terasa personal. Membaca membawa peserta kembali pada kenangan masa kecil, sementara menulis surat membuka ruang untuk merefleksikan diri pada masa kini.


Melalui Nusa Membaca bersama Gramedia, saya kembali melihat bahwa kegiatan literasi dapat hadir dalam bentuk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Buku bukan hanya sarana untuk menambah pengetahuan, tetapi juga bisa menjadi jembatan untuk berbagi pengalaman, membangun hubungan, dan mengenal diri sendiri.


Pengalaman memandu kegiatan ini juga menjadi bagian dari perjalanan saya dalam dunia komunikasi dan literasi, dua hal yang saling berkaitan dalam mendorong orang untuk menyampaikan cerita, mendengarkan pengalaman orang lain, dan menemukan makna dari apa yang dibaca.

Pelatihan Membaca Nyaring Read Aloud

PELATIHAN READ ALOUD MEMBACA NYARING


Membacakan cerita kepada anak bukan hanya menyuarakan tulisan di dalam buku. Ada intonasi, ekspresi, jeda, dan cara berinteraksi yang membuat cerita terasa lebih hidup. Melalui membaca nyaring atau read aloud, sebuah cerita bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membuka ruang bagi anak untuk berimajinasi, belajar bahasa, dan menumbuhkan kecintaan terhadap buku.


Berangkat dari semangat tersebut, Komunitas Read Aloud Solo Raya menyelenggarakan Read Aloud Workshop pada Kamis, 1 Juli 2026, bertempat di Cold N Brew Solo Balapan. Kegiatan ini ditujukan bagi para penggiat literasi yang ingin mengenal lebih jauh teknik membaca nyaring sekaligus meningkatkan keterampilan dalam membacakan cerita.


Workshop berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan saya menjadi trainer kegiatan tersebut, dengan support Mbak Anis dan Mbak Nova. 


Dalam kegiatan ini, saya mencoba mengenalkan kepada peserta  mengenai konsep dan teknik dasar membaca nyaring. Materi mencakup bagaimana membangun suasana saat bercerita, menggunakan intonasi yang sesuai, mengolah ekspresi, serta menyampaikan cerita agar lebih menarik bagi pendengar.


PELATIHAN READ ALOUD MEMBACA NYARING

Keterampilan tersebut penting bagi penggiat literasi, terutama mereka yang berinteraksi langsung dengan anak-anak di rumah, sekolah, maupun komunitas. Cara sebuah cerita dibacakan dapat memengaruhi perhatian dan keterlibatan anak selama kegiatan berlangsung.


PELATIHAN READ ALOUD MEMBACA NYARING


Tidak berhenti pada teori, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan teknik yang dipelajari. Melalui latihan ini, peserta dapat mengenali hal-hal yang sudah dikuasai sekaligus menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki.Praktik menjadi bagian penting dalam proses belajar membaca nyaring. Sebab, setiap orang memiliki gaya bercerita yang berbeda, dan keterampilan tersebut akan semakin terasah melalui latihan yang konsisten.

Selanjutnya, peserta yang mengikuti workshop ini juga akan diberikan kesempatan untuk menjadi pembaca buku di acara Read Aloud Goes to School.

Talkshow Bersama RRI Surakarta

PEGIAT LITERASI KOTA SOLO JAWA TENGAN INDONESIA


Diundang kedua kalinya sebagai tamu talkshow di RRI Surakarta untuk ngobrolin aktivitas read aloud atau membaca nyaring. Saya juga berbagi cerita tentang perjalanan saya mengikuti Suara dan Aksi Perempuan Pelopor (SIAP) 2025 dan program edukasi yang saya bawa, “Dari Lisan ke Literasi.”


Saya menceritakan bagaimana ajang SIAP 2025 bukan sekadar kompetisi atau panggung presentasi gagasan, tetapi ruang bertemunya perempuan-perempuan dengan aksi nyata. Di sana, saya membawa praktik baik membaca nyaring atau #readaloud sebagai gerakan sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, perempuan, orang tua, guru, hingga pegiat literasi. Saya ingin menyampaikan bahwa literasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar dan rumit. Ia bisa tumbuh dari suara yang dibagikan dengan penuh kesadaran dan cinta.


Dalam perbincangan itu, saya berbagi keyakinan bahwa membaca nyaring bukan sekadar membacakan teks. Ia adalah proses membangun kedekatan. Ketika orang tua membacakan buku untuk anak, yang terjadi bukan hanya transfer cerita, tetapi juga transfer rasa aman. Anak belajar mendengar, merespons, berimajinasi, sekaligus merasa diperhatikan. Dari situlah kecintaan pada buku mulai tumbuh. Dan ketika cinta sudah tumbuh, kebiasaan membaca akan lebih mudah terbentuk.


Saya juga menceritakan bagaimana praktik ini telah lama kami lakukan bersama teman-teman di Read Aloud Solo Raya. Di komunitas ini, kami percaya bahwa suara adalah jembatan menuju literasi. Aktivitas #membacanyaring yang dilakukan di rumah maupun di sekolah menjadi cara sederhana untuk menguatkan budaya membaca. Tidak harus lama, tidak harus sempurna, yang penting konsisten dan penuh kehadiran.



Obrolan Komunitas RRI Surakarta Bahas Read Aloud Bersama Read Aloud Solo Raya



Dengarkan talkshow : https://open.spotify.com/episode/78DfaGAaP3tSFunAJStneQ?si=lirGwcBiSiG99ty97dYD-g


Komunitas Read Aloud Solo Raya menjadi narasumber dalam program Obrolan Komunitas di RRI Pro 1 Surakarta 101 FM, Kamis, 8 Mei 2025. Program ini mengangkat topik seputar praktik read aloud, manfaatnya bagi anak dan keluarga, serta kiprah komunitas Read Aloud Solo Raya dalam menggerakkan literasi di wilayah Solo Raya.


Dalam siaran tersebut, Ketua Read Aloud Solo Raya Sara Neyrhiza dan Sekretaris sekaligus Public Relation Asri Pujihastuti berbagi pengalaman mengenai pentingnya membaca nyaring sebagai metode sederhana namun berdampak besar dalam membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak, sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini.


Keduanya menjelaskan bahwa read aloud tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca buku, tetapi juga pada interaksi, ekspresi, dan komunikasi yang terjalin selama proses membaca. Metode ini dinilai efektif untuk membantu anak mengenal kosakata, mengelola emosi, serta memahami nilai-nilai kehidupan melalui cerita.


Program Obrolan Komunitas ini dipandu oleh Manggala Putra, Host RRI Surakarta, dan disiarkan secara langsung pada pukul 20.00–21.00 WIB. Melalui dialog yang interaktif, pendengar diajak memahami bagaimana gerakan literasi dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga.


Kehadiran Read Aloud Solo Raya dalam siaran ini menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi literasi kepada masyarakat. Diharapkan, semakin banyak keluarga dan komunitas yang tergerak untuk mempraktikkan read aloud sebagai aktivitas rutin yang menyenangkan dan bermakna.

Talkshow Bersama Indriani Susilaningdyah Penulis Buku Anak Anya's Friend


 Dengarkan talkshow : https://open.spotify.com/episode/3Uw8BxKWu2BEFmeCRxCSv4?si=uW96dO_pSO-Dele5xcn9Kg


Buku anak tidak hanya menghadirkan cerita yang menyenangkan, tetapi juga menjadi medium penting untuk menanamkan nilai kehidupan. Hal inilah yang mengemuka dalam perbincangan saya sebagai penyiar program talkshow “Semua Bisa Bicara” PTPN Radio, saat berbincang bersama penulis buku anak Indriani Susilaningdyah, pengarang Anya’s Friends – A Hundred Missing Roses.


Dalam talkshow tersebut, Indriani membagikan proses kreatif di balik lahirnya sosok Anya, tokoh utama yang digambarkan sebagai anak perempuan berusia 10 tahun, bertubuh kecil, tomboi, dan memiliki karakter yang kuat. Anya dikenal pemarah, keras kepala, serta tidak sabaran. Namun, di balik sifatnya yang keras, tersimpan hati yang lembut dan penuh empati.


Indriani menjelaskan bahwa karakter Anya sengaja dibuat tidak sempurna. “Anak-anak di dunia nyata juga punya emosi yang beragam. Mereka bisa marah, keras kepala, tapi di saat yang sama punya kepedulian besar,” ungkapnya dalam siaran.


Anya digambarkan sebagai anak yang menyayangi binatang dan selalu tergerak untuk menolong teman yang sedang kesusahan. Karakternya yang keras kerap menyeretnya ke dalam berbagai masalah. Namun justru kejujuran dan keberaniannya membuat Anya dicintai oleh teman-temannya.


Konflik utama dalam buku ini muncul ketika Anya mengetahui bahwa 100 bros mawar milik temannya hilang dicuri dari kotak penyimpanan. Dari peristiwa sederhana tersebut, cerita berkembang menjadi perjalanan emosional tentang keberanian anak dalam memperjuangkan kejujuran, kebenaran, dan keadilan.


Dalam talkshow, Indriani menekankan bahwa anak-anak sesungguhnya mampu memahami nilai keadilan sejak dini. “Anak mungkin belum bisa menjelaskannya dengan kata-kata rumit, tapi mereka bisa merasakan ketika sesuatu itu tidak adil,” tuturnya.


Melalui Anya’s Friends – A Hundred Missing Roses, pembaca diajak melihat dunia dari sudut pandang anak yang sedang belajar memahami benar dan salah. Buku ini tidak hanya menyuguhkan cerita petualangan dan konflik pertemanan, tetapi juga mengajak anak dan orang dewasa untuk berdiskusi tentang empati, kejujuran, dan keberanian bersikap.


Buku ini menjadi salah satu contoh bacaan anak yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi bahan obrolan bermakna antara orang tua dan anak.


Informasi Buku


Anya’s Friends – A Hundred Missing Roses

Penulis: Indriani Susilaningdyah

Kategori: Buku Anak

Harga: Rp150.000

Read Aloud Solo Raya Hadir di Indonesian Disability Art & Culture 2025


Komunitas literasi Read Aloud Solo Raya (@readaloudsoloraya) turut berpartisipasi dalam ajang Indonesian Disability Art & Culture 2025 dengan menghadirkan sesi edukatif tentang praktik #readaloud yang lebih menarik, interaktif, dan inklusif. Kegiatan ini berlangsung di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, pada Jumat hingga Minggu, 21–23 November 2025.


Dalam festival berskala nasional tersebut, Read Aloud Solo Raya memberikan edukasi kepada peserta tentang pentingnya metode membaca nyaring (read aloud) sebagai sarana membangun literasi, komunikasi, dan kedekatan emosional, terutama bagi anak-anak dan penyandang disabilitas.


Edukasi Read Aloud yang Inklusif dan Interaktif


Melalui sesi praktik langsung, tim Read Aloud Solo Raya memperagakan cara membacakan buku dengan ekspresi, intonasi suara, gerak tubuh, serta teknik interaksi yang mampu menarik perhatian audiens dengan beragam kebutuhan. Pendekatan ini dirancang agar kegiatan membaca menjadi pengalaman yang menyenangkan dan mudah diikuti oleh semua kalangan.


Tidak hanya ditujukan bagi anak-anak, edukasi ini juga menyasar orang tua, pendidik, relawan, serta pegiat literasi yang ingin menerapkan metode read aloud secara efektif di rumah, sekolah, maupun ruang komunitas.


Festival Seni dan Budaya Disabilitas Berskala Nasional


Indonesian Disability Art & Culture 2025 merupakan festival seni dan budaya inklusif berskala nasional yang menghadirkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini diikuti oleh komunitas disabilitas, Sekolah Luar Biasa (SLB), lembaga pendidikan, serta organisasi seni dan budaya.


Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi praktik seni, edukasi, dan literasi yang ramah disabilitas, sekaligus mendorong kesadaran publik tentang pentingnya inklusivitas dalam dunia pendidikan dan kebudayaan.



Pelatihan Read Aloud Bersama PKK Kota Surakarta

 




Sebagai upaya meningkatkan kualitas literasi anak usia dini, Pokja II PKK Kota Surakarta mengadakan pelatihan read aloud atau membacakan buku dengan suara nyaring pada 3 Oktober 2025. Saya sebagai pengurus PKK Pokja II sekaligus  Bunda Baca Kota Surakarta, sebagai narasumber , dan diikuti oleh puluhan guru PAUD serta kader PKK dari berbagai kelurahan di Kota Surakarta.


Dalam sesi pelatihan, saya menjelaskan bahwa metode read aloud memiliki peran penting bukan hanya untuk menumbuhkan minat baca, tetapi juga mempererat komunikasi emosional antara pendidik dan anak. Menurutnya, kegiatan membacakan cerita dengan intonasi, ekspresi, serta interaksi sederhana mampu merangsang imajinasi, memperkaya kosakata, dan mengasah empati anak sejak dini.



“Anak-anak usia dini belajar paling efektif melalui pengalaman langsung dan interaksi yang penuh perhatian. Read aloud bukan hanya soal membaca buku, tapi juga menghadirkan pengalaman komunikasi yang hangat dan bermakna."


Pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung. Guru PAUD dan kader PKK diajak mencoba berbagai teknik membacakan cerita, mulai dari penggunaan intonasi suara, gerak tubuh, hingga melibatkan anak dalam percakapan sederhana. Peserta juga belajar memilih buku cerita yang sesuai dengan perkembangan usia anak agar proses literasi menjadi lebih menyenangkan.