Selamatkan Rimbaku! Read Aloud Solo Raya Ajak Anak Menumbuhkan Kepedulian terhadap Lingkungan





Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditumbuhkan sejak dini. Anak-anak perlu mengenal alam, memahami pentingnya menjaga hutan, serta belajar bahwa tindakan manusia dapat membawa dampak bagi kehidupan makhluk lain.


Salah satu persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bencana ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengurangi kualitas udara, dan menghilangkan habitat berbagai satwa. Di Kalimantan, dampak kebakaran hutan menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.


Berangkat dari kepedulian tersebut, Komunitas Read Aloud Solo Raya berpartisipasi dalam Solo Literacy Festival 2026 melalui kegiatan edukasi interaktif bertajuk “Selamatkan Rimbaku! Interaktif Read Aloud untuk Menumbuhkan Kepedulian Ekologis & Karhutla”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 15.30 WIB di Ndalem Djojokoesoeman, sebagai bagian dari rangkaian Solo Literacy Festival 2026. Program ini menyasar anak-anak usia TK dan SD bersama keluarga, dengan pendekatan literasi yang menggabungkan cerita, diskusi, permainan, dan aktivitas kreatif.


Mengenalkan Isu Lingkungan Melalui Membaca Nyaring\



Membicarakan persoalan lingkungan kepada anak-anak membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan usia dan pengalaman mereka. Membaca nyaring atau read aloud menjadi salah satu cara untuk mengenalkan isu tersebut melalui cerita yang dekat dengan dunia anak.


Dalam kegiatan Selamatkan Rimbaku!, cerita digunakan sebagai pintu masuk untuk mengajak anak mengenali hutan, memahami peran pentingnya bagi kehidupan, serta melihat dampak yang dapat terjadi ketika kebakaran merusak lingkungan.


Melalui sesi interaktif, anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga diajak merespons, menyampaikan pendapat, dan berdiskusi. Dengan demikian, kegiatan membaca menjadi pengalaman yang mendorong rasa ingin tahu sekaligus membangun kepekaan terhadap lingkungan.


Pendekatan ini juga memberi ruang bagi orang tua untuk terlibat dalam proses belajar bersama anak. Sebab, kepedulian terhadap bumi tidak cukup hanya dikenalkan melalui pengetahuan, tetapi perlu dibangun melalui percakapan dan kebiasaan sehari-hari.


Bookish Play: Dari Hutan yang Bersedih Menuju Hutan Harapan


Selain membaca nyaring, kegiatan ini dilengkapi dengan bookish play, yaitu aktivitas bermain dan berkarya yang terhubung dengan pengalaman membaca. Melalui aktivitas bertema Hutan yang Bersedih dan Hutan Harapan, anak-anak diajak mengeksplorasi dampak kebakaran hutan sekaligus membayangkan kondisi lingkungan yang terjaga.


Kegiatan art and craft dipadukan dengan diskusi kelompok untuk membantu anak memahami hubungan sebab-akibat kebakaran hutan. Mereka diajak mengenali bahwa kerusakan hutan dapat memengaruhi kehidupan tumbuhan, satwa, dan manusia. Setelah memahami persoalan tersebut, anak-anak juga diajak membangun gambaran tentang hutan yang sehat dan lestari. Dengan cara ini, pembelajaran tidak berhenti pada pengenalan masalah, tetapi turut membuka ruang untuk membicarakan harapan dan tindakan sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan.


Aktivitas kreatif membuat anak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan pemahaman mereka melalui karya. Sementara itu, diskusi kelompok membantu mereka belajar mendengarkan pendapat teman dan menyampaikan gagasan sendiri.


Melalui kegiatan ini, Read Aloud Solo Raya berharap literasi dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkenalkan isu lingkungan dengan cara yang menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.