Tampilkan postingan dengan label EDUCATION & TRAINING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EDUCATION & TRAINING. Tampilkan semua postingan

Pelatihan Read Aloud Bersama PKK Kota Surakarta

 




Sebagai upaya meningkatkan kualitas literasi anak usia dini, Pokja II PKK Kota Surakarta mengadakan pelatihan read aloud atau membacakan buku dengan suara nyaring pada 3 Oktober 2025. Saya sebagai pengurus PKK Pokja II sekaligus  Bunda Baca Kota Surakarta, sebagai narasumber , dan diikuti oleh puluhan guru PAUD serta kader PKK dari berbagai kelurahan di Kota Surakarta.


Dalam sesi pelatihan, saya menjelaskan bahwa metode read aloud memiliki peran penting bukan hanya untuk menumbuhkan minat baca, tetapi juga mempererat komunikasi emosional antara pendidik dan anak. Menurutnya, kegiatan membacakan cerita dengan intonasi, ekspresi, serta interaksi sederhana mampu merangsang imajinasi, memperkaya kosakata, dan mengasah empati anak sejak dini.



“Anak-anak usia dini belajar paling efektif melalui pengalaman langsung dan interaksi yang penuh perhatian. Read aloud bukan hanya soal membaca buku, tapi juga menghadirkan pengalaman komunikasi yang hangat dan bermakna."


Pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung. Guru PAUD dan kader PKK diajak mencoba berbagai teknik membacakan cerita, mulai dari penggunaan intonasi suara, gerak tubuh, hingga melibatkan anak dalam percakapan sederhana. Peserta juga belajar memilih buku cerita yang sesuai dengan perkembangan usia anak agar proses literasi menjadi lebih menyenangkan.



Edukasi Read Aloud Bersama Wali Murid TK Pembina Jebres




Upaya meningkatkan kualitas komunikasi antara orang tua dan anak terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif. Pada 26 September 2025, saya hari hadir memberikan edukasi kepada wali murid TK Pembina Jebres mengenai pentingnya metode read aloud atau membacakan cerita dengan suara lantang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS).



Dalam sesi tersebut, saya menjelaskan bahwa aktivitas read aloud bukan hanya sebatas membacakan buku, melainkan juga membangun interaksi emosional yang kuat antara orang tua dan anak. Dengan intonasi suara, ekspresi wajah, serta sentuhan dialog sederhana, anak-anak dapat merasakan perhatian penuh dari orang tua. Hal ini diyakini dapat menumbuhkan rasa percaya diri, memperkaya kosa kata, serta meningkatkan kecerdasan emosional sejak usia dini.


“Anak-anak akan lebih mudah menyerap nilai, pesan moral, sekaligus merasakan kasih sayang melalui cerita. Read aloud adalah jembatan komunikasi yang hangat, sekaligus fondasi penting dalam membangun kedekatan keluarga,” ungkap Sara di hadapan puluhan wali murid.


Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama kegiatan berlangsung. Banyak wali murid yang berbagi pengalaman membaca bersama anak di rumah, sekaligus mendapatkan tips praktis bagaimana memilih buku cerita yang sesuai usia, cara menirukan suara tokoh, hingga menciptakan momen menyenangkan saat bercerita.


Bimbingan Teknis untuk Orang Tua oleh Perpusda Kota Surakarta

 



Pada 21 Mei 2025, saya kembali mendapatkan kesempatan menjadi trainer dalam pelatihan membaca nyaring yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah Kota Surakarta. Berbeda dari hari sebelumnya, pelatihan kali ini secara khusus ditujukan untuk para orang tua. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bimbingan Teknis Membaca Nyaring selama tiga hari, di mana saya berbagi sesi bersama Mbak Anis Masita dari POBEE.


Dalam pelatihan ini, saya mengajak para orang tua untuk lebih percaya diri menggunakan suara mereka sebagai alat mendidik dan mengasuh. Saya percaya, setiap orang tua bisa menjadi pendongeng terbaik untuk anaknya, cukup dengan niat, ketulusan, dan sentuhan ekspresi.


Materi yang kami bahas mencakup cara memilih buku anak yang tepat, membaca dengan intonasi dan ekspresi yang menarik, serta membangun rutinitas membaca nyaring yang menyenangkan di rumah. Saya senang melihat antusiasme para peserta yang begitu terbuka untuk mencoba langsung teknik membaca di hadapan anak.


Bagi saya, kegiatan ini menjadi momen penting dalam memperluas dampak literasi ke dalam keluarga. Rumah adalah tempat pertama anak mengenal dunia, dan membaca nyaring bisa menjadi jembatan untuk tumbuh bersama dalam kehangatan cerita.





Pelatihan Membaca Nyaring untuk Pegiat Literasi dan Pustakawan Bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Surakarta

 




Tanggal 20 Mei 2025, saya diundang menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Membaca Nyaring yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah Kota Surakarta. Acara ini menyasar komunitas literasi, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan pustakawan sekolah di Kota Solo. Saya tampil bersama Mbak Anis Masita dari POBEE yang juga praktisi anak usia dini.


Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat keterampilan vokal dan ekspresif para peserta agar mampu membacakan buku dengan penuh daya tarik. Saya membagikan pengalaman saya mengisi berbagai sesi read aloud, termasuk tips dalam membangun koneksi emosional dengan pendengar, karena menurut saya, membaca nyaring bukan sekadar menyuarakan kata, tapi juga menghadirkan perasaan.

Materi yang kami sampaikan mencakup teknik karakterisasi suara, dinamika bacaan, hingga storytelling yang menggugah imajinasi. Mbak Anis juga menekankan pentingnya peran membaca nyaring dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan keluarga dan komunitas.

Saya melihat acara ini sebagai wujud nyata kolaborasi antar pegiat literasi di Kota Solo. Membaca nyaring bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga alat kampanye literasi yang ampuh untuk menjangkau masyarakat luas. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari gerakan ini, karena suara kita, adalah aksi nyata untuk masa depan literasi Indonesia.



Sara Neyrhiza membagikan pengalamannya mengisi berbagai sesi read aloud, serta tips membangun koneksi emosional dengan pendengar. Sementara Anis Masita menekankan pentingnya membaca nyaring dalam gerakan literasi keluarga dan komunitas.


Acara ini memperkuat jaringan kerja sama antar pegiat literasi di Kota Solo, dan menunjukkan bahwa membaca nyaring bukan hanya keterampilan guru, tetapi juga alat kampanye literasi yang ampuh untuk masyarakat luas.

Bimtek Membaca Nyaring untuk Guru Bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Surakarta

 


Pada 19 Mei 2025, saya berkesempatan menjadi narasumber dalam acara Bimbingan Teknis Membaca Nyaring (Read Aloud) yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah Kota Surakarta. Acara ini dihadiri lebih dari 50 guru dari berbagai sekolah di Kota Solo dan berlangsung di Aula Perpusda dengan penuh antusiasme.

Bersama Mbak Anis Masita, owner POBEE, kami berbagi pengetahuan seputar manfaat membaca nyaring untuk anak usia dini. Materi yang saya sampaikan mencakup teknik vokal, ekspresi wajah, intonasi, serta pentingnya pemilihan buku yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.

Sebagai Direktur SPEAKING.id dan Bunda Baca Kota Solo 2019, saya percaya bahwa suara guru adalah panggung utama dalam kegiatan read aloud. Ketika guru membaca dengan ekspresif, mereka tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga membangun koneksi emosional yang hangat dengan para siswa.

Bagi saya, pelatihan ini adalah langkah penting dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi dasar anak sejak dini. Saya bangga bisa berkolaborasi dengan Perpusda Kota Surakarta dan POBEE untuk mendorong gerakan literasi melalui pendidikan suara dan narasi. Inilah fondasi kuat untuk menciptakan generasi pembelajar yang cinta membaca dan percaya diri dalam berkomunikasi.



Bimbingan Teknik Read Aloud untuk Orang Tua Bersama Perpusda Karanganyar

BIMTEK READ ALOUD BERSAMA SARA NEYRHIZA BUNDA BACA KOTA SOLO


Karanganyar, 27 Februari 2025 - Hari ini, saya kembali berbagi dalam Bimbingan Teknis Read Aloud, kali ini untuk para orang tua. Saya percaya bahwa membaca nyaring bukan hanya tugas guru atau pustakawan, tetapi juga bagian dari peran penting orang tua dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini di rumah.


BIMTEK READ ALOUD BERSAMA SARA NEYRHIZA BUNDA BACA KOTA SOLO


Dalam sesi ini, saya membagikan teknik dasar membaca nyaring, bagaimana menggunakan ekspresi suara yang menarik, serta cara menciptakan momen membaca yang menyenangkan bersama anak-anak. Saya melihat banyak orang tua yang awalnya ragu-ragu, tetapi setelah mencoba, mereka mulai menikmati prosesnya.


Salah satu momen paling mengharukan adalah ketika seorang ibu berkata kepada saya, “Saya baru menyadari bahwa membaca untuk anak bisa seseru ini. Anak saya pasti akan lebih menikmati waktu membaca bersama saya.” Itulah alasan mengapa saya terus menyebarkan pentingnya read aloud.


BIMTEK READ ALOUD BERSAMA SARA NEYRHIZA BUNDA BACA KOTA SOLO


Saya berharap setelah sesi ini, para orang tua semakin percaya diri membacakan buku kepada anak-anak mereka. Lebih dari sekadar aktivitas, membaca nyaring adalah jembatan untuk mempererat hubungan emosional dan menanamkan kecintaan terhadap literasi sejak dini.


Bimtek Membaca Nayring untuk Pustakawan Bersama Perpusda Karanganyar

BIMTEK MEMBACA NYARING BERSAMA SARA NEYRHIZA


Pada 26 Februari 2025, saya mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu dalam Bimbingan Teknis Read Aloud untuk Pustakawan yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan Kabupaten Karanganyar, yang melibatkan 50 para pustakawan, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan juga pegiat literasi.


Dalam sesi yang saya handle selama 2 jam, saya fokus memberikan materi mengenai teknik membaca nyaring atau read aloud. Para peserta saya ajak untuk memahami teknik dasar membaca nyaring, bagaimana membangun intonasi yang menarik, serta cara menjadi fasilitator yang bisa menghidupkan cerita bagi anak-anak dengan memainkan elen visual seperti ekpresi wajah dan gestur. Saya melihat antusiasme yang luar biasa dari para pustakawan. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga langsung mencoba teknik yang saya ajarkan dengan penuh semangat.




Salah satu momen yang paling berkesan bagi saya adalah ketika melihat mereka mulai lebih percaya diri membaca dengan ekspresi dan intonasi yang lebih hidup. Ini adalah langkah besar dalam menciptakan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan bagi anak-anak di perpustakaan.


Saya berharap keterampilan yang mereka pelajari hari ini dapat terus diterapkan dan menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi yang lebih kuat di masyarakat. Membaca nyaring bukan hanya tentang melafalkan kata-kata, tetapi juga tentang menghadirkan cerita dengan penuh makna.


Read Aloud Goes to School: Menyebarkan Semangat Literasi Iklim di SD Negeri Gurawan


PELATIHAN READ ALOUD UNTUK ORANG TUA MURID DAN PENGGIAT LITERASI


Pagi hari, tepat pada Rabu, 22 Januari 2025, saya bersama teman-teman dari Read Aloud Solo Raya melangkah ke SD Negeri Gurawan, Surakarta dengan penuh semangat. Hari itu, kami mengadakan kegiatan Read Aloud Goes to School, sebuah program literasi yang bertujuan mengenalkan anak-anak pada isu perubahan iklim dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini juga merupakan kolaborasi lanjutan dengan Buibu Baca Buku Book Club (BBB Book Club).


PELATIHAN READ ALOUD UNTUK ORANG TUA MURID DAN PENGGIAT LITERASI


Di SDN Gurawan Surakartam kami mengajak para siswa khususnya kelas 4, 5, dan 6,untuk memiliki  kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dalam kegiatan ini, kami menggunakan buku seri Keluarga Panik karya Noor H. Dee  yang terdiri dari tiga judul:


1. Polusi Dilarang Masuk

2. Banyak Sampah Banyak Masalah

3. Cita-Cita Penyelamat Bumi


Ketiga buku ini menjadi media yang tepat untuk mengajak anak-anak berpikir kritis tentang lingkungan, memahami dampak polusi dan sampah, serta menginspirasi mereka untuk berkontribusi dalam menjaga bumi.


Sebagian besar dari kami yang hadir adalah peserta yang sebelumnya terlibat dalam pelatihan Read Aloud yang sebelumnya telah digelar pada 22 Desember 2024. 



Baca Juga : Pelatihan Read Aloud untuk Penggiat Literasi



Sebanyak enam orang dari kelompok ini, yakni Mbak Ratih, Mbak Putri, Mbak Widia, Mbak Candra, Mbak Yani, dan Mbak Dinar, menjadi pembaca buku dalam acara ini. Dengan teknik membaca nyaring yang sudah mereka pelajari, mereka berhasil menarik perhatian anak-anak, membuat mereka tertawa, berpikir, dan bahkan bertanya-tanya tentang berbagai isu lingkungan.


PELATIHAN READ ALOUD UNTUK ORANG TUA MURID DAN PENGGIAT LITERASI


Selain keenam pembaca buku tersebut, saya bersama Mbak Anis, Mbak Nova, Mbak Cinthia, dan Mbak Stafa juga turut serta dalam menyukseskan acara ini. Kami semua memiliki peran masing-masing, dari mendukung jalannya sesi membaca, berinteraksi dengan anak-anak, hingga mengatur kelancaran acara.


Salah satu hal yang paling membahagiakan dari kegiatan ini adalah antusiasme anak-anak. Mereka begitu terlibat dalam cerita yang kami bacakan, dan berbagi pengalaman mereka tentang bagaimana mereka mencoba menjaga lingkungan.


Setelah sesi membacakan buku berakhir, kami meminta para anak- anak untuk membuat poster. Poster bertema lingkungan, untuk menuangkan ide- ide kreatif anak- anak setelah memahami buku yang kami bacakan. Setiap kelas di bagi menjadi 3- 4 kelompok. Setiap kelompok dibekali dengan kertas poster dan cat air. Anak- anak kemudian diminta membuat poster dengan bekerja sama.


PELATIHAN READ ALOUD UNTUK ORANG TUA MURID DAN PENGGIAT LITERASI


PELATIHAN READ ALOUD UNTUK ORANG TUA MURID DAN PENGGIAT LITERASI


Melihat semangat mereka, saya merasa bahwa misi kami hari itu benar-benar tersampaikan. Dengan pemahaman terhadap isi buku yang kami bacakan, kami berharap mereka akan mampu menjaga bumi dengan lebih baik.


Read Aloud Goes to School di SD Negeri Gurawan hari itu bukan hanya tentang membaca buku. Ini adalah langkah kecil dalam perjalanan panjang untuk menanamkan kesadaran lingkungan pada generasi muda. Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membaca buku dan berdiskusi tentangnya.



Workshop Read Aloud untuk Mendukung Literasi Iklim




PELATIHAN READ ALOUD PENGGIAT LITERASI BUNDA BACA


Pada tanggal 22 Desember 2024, Workshop Read Aloud untuk Penggiat Literasi - Climate Literacy for Mothers berlangsung dengan penuh semangat di Nutri Hub Solo. Kegiatan ini tak hanya sekadar pelatihan teknik membaca nyaring, tetapi juga menjadi upaya kolektif untuk membangun budaya literasi sekaligus mendukung aksi iklim melalui para ibu.


Workshop ini diinisiasi oleh Buibu Baca Buku Book Club (BBB Book Club) dengan dukungan dari Climateworks Foundation, Read Aloud Indonesia dan Pobee Indonesia. Saya, Sara Neyrhiza, dengan bangga memandu acara ini, berbagi pengalaman tentang pentingnya membaca nyaring sebagai salah satu cara untuk mendekatkan keluarga dengan isu-isu besar seperti perubahan iklim.


PELATIHAN READ ALOUD PENGGIAT LITERASI BUNDA BACA 2


Dalam workshop ini, peserta belajar dan mempraktikkan teknik read aloud menggunakan Buku Seri Keluarga Panik, yang diterbitkan oleh Noura Kids. Buku ini merupakan bagian dari program Climate Literacy for Mothers, sebuah inisiatif luar biasa yang menggabungkan edukasi literasi dan kesadaran lingkungan. Buku Seri Keluarga Panik ditulis oleh Noor H. Dee dengan ilustrasi memikat dari Shafayeah. Seri ini terdiri dari tiga judul menarik:


  1. Banyak Sampah, Banyak Masalah
  2. Polusi Dilarang Masuk
  3. Cita-Cita Penyelamat Bumi


Dengan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku-buku ini mampu menjadi pemantik diskusi yang menyenangkan sekaligus mendalam. Para ibu peserta workshop terlihat antusias, berbagi cerita, dan mencoba membacakan buku-buku ini dengan penuh ekspresi.


PELATIHAN READ ALOUD PENGGIAT LITERASI BUNDA BACA 2


Tak hanya berhenti pada teknik membaca nyaring, acara ini juga menumbuhkan kesadaran akan isu krisis iklim. Melalui kisah-kisah yang relate, peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga bumi dan mulai melakukan langkah kecil dari lingkungan keluarga masing-masing.


Terima kasih kepada seluruh pihak atas kepercayaan dan dukungannya. Semoga, dengan hadirnya buku ini, semakin banyak keluarga yang terinspirasi untuk memahami isu-isu lingkungan dan menjaga bumi kita tetap nyaman untuk generasi mendatang.



Lebih Percaya Diri dengan Read Aloud Bersama SMK Negeri 7 Surakarta



Pegiat Literasi Jawa tengah indonesia


Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi, event Read Aloud kali ini sukses digelar bersama Komunitas Read Aloud Surakarta dan SMK Negeri 7 Surakarta. Kegiatan ini dirancang khusus untuk generasi Z, mengajak mereka untuk membacakan buku secara nyaring dengan fokus pada ekspresi wajah, suara, dan gestur.


Pegiat Literasi Jawa tengah indonesia


Latihan ekspresi yang dilakukan dalam event ini terbukti efektif dalam beberapa aspek penting. Pertama, latihan ini membantu para peserta menarik perhatian audiens dengan lebih baik, menghilangkan kekakuan dalam berkomunikasi. Kedua, dengan ekspresi yang tepat, peserta dapat menyampaikan alur dan emosi cerita dengan lebih hidup dan nyata. Ketiga, latihan ini juga berperan besar dalam membantu peserta memvisualisasikan cerita yang mereka bacakan, membuat pengalaman #ReadAloud menjadi lebih menarik dan mendalam.


Pegiat Literasi Jawa tengah indonesia


Semoga melalui latihan ini, para peserta semakin percaya diri dalam berkomunikasi dengan orang lain, baik dalam situasi sehari-hari maupun saat melakukan public speaking. Event ini bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang mengekspresikan diri dan mengasah keterampilan komunikasi yang sangat berharga.


Webinar Bersama AIESEC Universitas Sebelas Maret (UNS) Membahas Pentingnya Literasi Bagi Pendidikan

 




AIESEC Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan program Impact Circle 7.0, sebuah platform yang memungkinkan pemuda untuk terlibat, berkontribusi, berdiskusi, meningkatkan kesadaran, dan memperkaya pengetahuan mereka tentang topik-topik terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).


Impact Circle 7.0 yang dilaksanakan pada 12 Mei 2024 ini, memberikan kesempatan kepada saya sebagai salah satu pembicara untuk menyampaikan materi mengenai "Pentingya Literasi bagi Pendidikan". Beberapa fokus poin yang saya jelaskan antara lain :

  • Situasi pendidikan saat ini di Indonesia dan urgensi pendidikan berkualitas dalam menghadapi Society 5.0.
  • Menyoroti peran penting literasi sebagai kriteria utama pendidikan berkualitas untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDG).
  • Membahas strategi efektif dalam mempromosikan literasi yang inklusif dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
  • Memberikan edukasi dan ruang diskusi terkait hambatan umum dalam pengembangan literasi, termasuk faktor sosial ekonomi, budaya, dan ketimpangan pendidikan.

Selengkapnya, dapat ditonton di video berikut ini :



Meningkatkan Kegemaran Membaca Generasi Z dan Alpha Bersama Para Pustakawan



Pada tanggal 5 Maret 2024, saya berkesempatan untuk menjadi pembicara pada seminar yang diadakan oleh Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Ikatan Pustakawan Surakarta yang bertajuk “Strategi Pengelolaan Perpustakaan di Era Society 5.0”. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pustakawan untuk mengelola perpustakaan secara profesional dan usaha meningkatkan literasi generasi Z dan Alpha dalam penggunaan teknologi informasi dan media digital. Acara ini dihadiri oleh pustakawan dan para penggiat literasi baik di wilayah Jawa Tengah.


Dalam durasi 60 menit saya menjelaskan mengenai cara menggunakan teknologi media sosial untuk menghasilkan konten  yang mampu menstimulasi Gen Z untuk kembali tertarik membaca buku. Konten media sosial yang di kemas secara menarik, diharapkan mampu memberikan rekomendasi buku- buku berkualitas untuk membantu memberikan solusi bagi kegelisahan yang dihadapi Gen Z di masyarakat.



Strategi yang berbeda, digunakan untuk bisa menumbuhkan minat baca buku untuk generasi Alpha. Generasi yang lahir mulai tahun 2010- hingga sekarang ini, perlu dikenalkan dengan aktivitas membaca buku mulai dari rumah. Salah satunya dengan aktivitas read aloud atau membacakan buku secara nyaring.


Membacakan buku secara nyaring adalah kegiatan yang melibatkan pembaca membacakan teks dengan suara keras kepada pendengar yang lain, seperti anak-anak, teman, atau anggota keluarga. Aktivitas ini memiliki manfaat yang signifikan, terutama dalam konteks pendidikan dan perkembangan bahasa.


Berikut adalah beberapa manfaat utama dari membacakan buku secara nyaring:


1. Meningkatkan Pemahaman

Ketika seseorang membacakan buku secara nyaring, pendengar memiliki kesempatan untuk mendengarkan dan memahami teks dengan lebih baik. Aktivitas ini membantu menyampaikan makna dan konteks yang mungkin sulit dipahami hanya dengan membaca diam-diam.


2. Membangun Keterampilan Bahasa

Membacakan buku secara nyaring membantu memperkuat keterampilan bahasa, termasuk kosakata, tata bahasa, dan pengucapan. Pendengar akan terpapar pada berbagai kata dan frase baru serta struktur kalimat yang beragam.


3. Stimulasi Imajinasi

Ketika seorang pembaca membacakan cerita dengan intonasi yang tepat dan ekspresif, hal itu dapat merangsang imajinasi pendengar dan membantu mereka memvisualisasikan apa yang sedang dibacakan. Ini membantu dalam pengembangan kreativitas dan daya imajinasi.


4. Meningkatkan Koneksi Emosional

Membacakan buku secara nyaring seringkali menciptakan momen berbagi dan koneksi emosional antara pembaca dan pendengar. Ini terutama penting dalam konteks keluarga, di mana membacakan cerita dapat menjadi waktu yang berharga untuk menghabiskan waktu bersama dan memperkuat hubungan.


5.Meningkatkan Keterampilan Mendengarkan

Aktivitas mendengarkan membacakan buku secara nyaring membantu memperbaiki keterampilan mendengarkan. Pendengar harus fokus untuk memahami cerita dan mengikuti alur cerita yang dibacakan.



6. Menumbuhkan Cinta Buku

Membacakan buku secara nyaring dapat membantu menumbuhkan rasa cinta terhadap buku dan minat membaca pada pendengar, terutama anak-anak. Ketika mereka mendengarkan cerita dengan antusiasme dan kegembiraan, mereka cenderung mengembangkan minat yang sama terhadap membaca.


7. Memperkuat Hubungan Keluarga

Membacakan buku secara nyaring dapat menjadi kegiatan keluarga yang bermanfaat, yang memperkuat ikatan antara anggota keluarga dan menciptakan kenangan yang berharga bersama.


Dengan demikian, membacakan buku secara nyaring tidak hanya memberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan bahasa, tetapi juga menciptakan momen berharga untuk berbagi, terhubung, dan memperkuat ikatan keluarga atau sosial.


Melalui acara ini diharapkan bahwa seminar ini akan membantu para pustakawan dan para penggiat literasi untuk dapat menggunakan berbagai strategi kreatif untuk menumbuhkan kegemaran membaca generasi Z dan Alpha.



Read Aloud Bersama SD Djama'atul Ichwan Surakarta

 PEGIAT LITERASI INDONESIA BUNDA BACA KOTA SOLO SARA NEYRHIZA 1




PEGIAT LITERASI INDONESIA BUNDA BACA KOTA SOLO SARA NEYRHIZA 1


Pada tanggal 28 Maret 2024, SD Jamaatul Ichwan menyelenggarakan Pesantren Kilat yang diadakan di Hotel Sahid Jaya, Solo. Ahamdulillah, saya diundang untuk menjadi salah satu pemateri untuk membacakanbuku mengenai Khotijah, istri Rosulullah, dan Adab di Kamar Mandi. 


Peserta Pesantren Kilat yang berasal dari kelas 3- 6 SD Jamaatul Ichwan hadir dengan antusias dan menggali wawasan tentang karakter penting dalam sejarah Islam serta nilai-nilai ajaran yang terkandung di dalamnya.


PEGIAT LITERASI INDONESIA BUNDA BACA KOTA SOLO SARA NEYRHIZA 1


Selain membacakan buku, saya juga memperkenalkan konsep "read aloud" kepada peserta. Dalam sesi praktik, Sara mengajak para siswa untuk melakukan "read aloud" dengan menggunakan intonasi, ekspresi wajah, dan gestur. "Read aloud" dipandang sebagai metode yang efektif untuk membantu siswa merasa lebih terhubung dengan buku dan meningkatkan rasa cinta pada literasi.

Read Aloud Bersama Komunitas Oil Athar

KOMUNITAS LITERASI DI SOLO JAWA TENGAH INDONESIA 1


Pada 5 Desember 2023, Komunitas Oil Athar menyelenggarakan acara kumpul komunitas di The Park Mall Solo Baru. Selain mengadakan lomba mewarnai, saya bersama Lila juga berkesempatan untuk melakukan read aloud dan mengajak anak- anak yang hadir untuk membaca buku bersama.


Sesi read aloud ini tidak hanya menjadi momen yang menghibur, tetapi juga memperkuat komitmen Komunitas Oil Athar dalam menyebarkan budaya membaca dan meningkatkan literasi di kalangan anak-anak dan keluarga di Solo Baru. Dengan semangat yang sama, mereka berharap untuk terus menginspirasi dan menghibur melalui kegiatan literasi yang kreatif dan edukatif.



Workshop Read Aloud bersama Ibu Profesional Solo Raya

 PELATIHAN READ ALOUD



Ibu Profesional Soloraya mengadakan Workshop Read Aloud bertajuk "Read Aloud, Why Not?" yang bertujuan untuk meningkatkan literasi pada anak dengan yang diselenggarakan pada tanggal 14 Oktober 2023 di Shopee Solo Technopark. Read Aloud atau membaca buku secara nyaring memberikan manfaat positif salah satunya menumbuhkan rasa cinta terhadap buku dan rasa percaya diri khususnya anak-anak dalam bercerita dan menyampaikan gagasan.


Dalam acara ini saya berkesempatan sebagai trainer yang mengenalkan aktivitas dan teknik-teknik storytelling dalam read aloud. Tujuan utama acara ini adalah untuk mengajak peserta untuk memahami manfaat dari kegiatan read aloud dan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang menyenangkan.


Melalui acara ini, orang tua bersama dengan buah hatinya diajak untuk praktik secara langsung teknik read aloud untuk mengajak interaksi dengan buah hatinya, membaca nyaring ini bukan hanya sebuah kegiatan yang bermanfaat, tetapi juga dapat menjadi momen yang menyenangkan.


Ajeng Citra selaku Ketua Ibu Profesional solo Raya, menjelaskan, "Kegiatan read aloud bukan hanya memberikan wawasan tentang teknik-teknik read aloud. Kami juga diajarkan bagaimana membuat sesi read aloud lebih interaktif dan memikat, terutama bagi anak-anak”.   



Edukasi Literasi di Desa Binaan Menjing Karanganyar

 


Himpunan Mahasiswa Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar acara edukasi literasi yang bertema "Build Our Village: Melangkah Bersama Wujudkan Harmoni Desa Berliterasi" pada tanggal 29 Oktober 2023 di Desa Menjing, Karanganyar. Acara ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan literasi masyarakat dan juga sarana psikoedukasi akan pengetahuan parenting pada orang tua. Acara ini mengajak para orang tua, remaja, dan anak-anak untuk meningkatkan minat baca warga dengan mengenalkan Read Aloud.



Maka, Himpunan Mahasiswa Psikologi UNS menggandeng Sara Neyrizha, Direktur Speaking.id sekaligus sebagai inisiator Read Aloud Solo Raya dalam memberikan wawasan penting tentang cara meningkatkan minat baca anak-anak. Acara ini bertujuan untuk membantu warga Desa Binaan, Menjing Karanganyar, khususnya para orang tua, remaja dan anak-anak untuk peka dalam urgensi-urgensi dampak dan pentingnya literasi untuk masa pertumbuhan dalam ranah keluarga dan sosial.


Dalam upaya menciptakan generasi yang gemar membaca, materi diberikan dalam bentuk ceramah diskusi aktif dengan peserta untuk menghadirkan kesan interaktif antar peserta. Peserta diajarkan bagaimana membacakan cerita dengan cara yang menarik, berinteraksi dengan anak selama proses membaca, dan mendorong diskusi tentang cerita tersebut.


 


Edukasi Literasi dengan Read Aloud di SMKN 7 Surakarta

  



Dalam rangka memperingati Oktober sebagai bulan bahasa, SMKN 7 Surakarta mengadakan acara edukasi literasi melalui read aloud dan menggandeng Komunitas Read Aloud Solo Raya sebagai pemateri. Acara yang diikuti seluruh siswa kelas 10,11 dan 12 pada tanggal 29 September 2023. Hadir sebagai pembicara Sara Neyrhiza (founder Komunitas Read Aloud Solo Raya) dan Titi Setioningsih, penulis novel dan co-founder Read Aloud Solo Raya.




Kegiatan "Read Aloud" memberikan banyak keuntungan bagi siswa sekolah menengah. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kegiatan ini bermanfaat:


  1. Peningkatan Pemahaman Bacaan: Dengan mendengarkan bacaan yang diucapkan dengan jelas, siswa dapat lebih mudah memahami teks yang kompleks. Ini membantu mereka dalam memahami konten bacaan dengan lebih baik.
  2. Peningkatan Keterampilan Mendengarkan: Kegiatan "Read Aloud" mengasah keterampilan mendengarkan siswa. Mereka belajar untuk fokus pada suara pembaca dan memahami inti cerita atau informasi yang disampaikan.
  3. Pengembangan Kosa Kata: Mendengarkan berbagai jenis teks membantu meningkatkan kosa kata siswa. Mereka dapat belajar kata-kata baru dan melihat bagaimana kata-kata digunakan dalam konteks.
  4. Membangun Rasa Minat dalam Membaca: Kegiatan ini dapat merangsang minat dalam membaca. Ketika siswa mendengarkan cerita yang menarik atau bacaan yang relevan, mereka mungkin lebih tertarik untuk membaca sendiri.
  5. Meningkatkan Kemampuan Berbicara dan Berbicara Dengan Jelas: Siswa yang sering mendengarkan pembacaan yang baik cenderung memiliki kemampuan berbicara yang lebih baik. Mereka bisa mempraktikkan intonasi, pengucapan kata, dan cara menyampaikan ide dengan lebih baik.
  6. Memupuk Kreativitas: Mendengarkan berbagai jenis cerita dan teks dapat merangsang imajinasi siswa. Ini membantu dalam pengembangan kreativitas mereka dan kemampuan untuk berpikir "out of the box."
  7. Memahami Berbagai Gaya Penulisan: Siswa dapat terpapar pada berbagai gaya penulisan, mulai dari fiksi hingga non-fiksi, puisi, dan sebagainya. Ini membantu mereka memahami variasi dalam penulisan dan bahasa.
  8. Meningkatkan Pemahaman Budaya dan Konteks: Mendengarkan cerita dari berbagai budaya dan konteks membantu siswa memahami dunia yang lebih luas dan memupuk toleransi terhadap perbedaan.
  9. Mengurangi Kecemasan dalam Berbicara di Depan Umum: Kegiatan "Read Aloud" juga dapat membantu mengurangi kecemasan siswa dalam berbicara di depan umum karena mereka terbiasa dengan berbicara di hadapan teman-teman sekelas.
  10. Memupuk Keterampilan Analisis: Siswa dapat belajar menganalisis teks secara lebih mendalam saat mereka mendengarkan pembacaan dengan kualitas. Ini dapat membantu mereka dalam mengerjakan tugas-tugas analitis.


Dengan demikian, kegiatan "Read Aloud" adalah cara yang efektif untuk memperkaya pengalaman literasi siswa di sekolah menengah, membantu mereka tumbuh menjadi pembaca yang lebih baik, dan mempersiapkan mereka untuk tantangan akademik dan kehidupan sehari-hari yang lebih luas.

Pelatihan Reading Aloud untuk Ibu- ibu PKK

PENGGIAT LITERASI KOTA SOLO JAWA TENGA INDONESIA

PENGGIAT LITERASI KOTA SOLO JAWA TENGA INDONESIA


Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Surakarta (@dp3ap2kb.solo), bersama dengan Komunitas Read Aloud Solo Raya, mengundang para ibu dan anak, kader PKK, dan komunitas dari 54 kelurahan untuk belajar readin aloud bersama.


Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan metode membacakan buku secara nyaring (read aloud) sebagai cara yang efektif untuk mengenalkan buku dan menumbuhkan cinta membaca sejak usia dini, meningkatkan kosa kata, merangsang imajinasi, serta memperkuat ikatan antara orang tua dan anak.


PENGGIAT LITERASI KOTA SOLO JAWA TENGA INDONESIA


Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Monumen 45 Banjarsari, dimulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Di acara ini, aya bersama Mbak Asri Pujihastuti sebagai anggota Komunitas Read Aloud Solo Raya  memberikan materi pembelajaran tentang pentingnya membacakan buku untuk pendidikan anak. 


Saya juga  menunjukkan cara membacakan buku dengan kreatif. Lalu, mendemonstrasikan bagaimana cara membaca buku secara nyaring dengan memainkan intonasi, ekspresi wajah, gestur, dan perubahan karakter suara. Para ibu dan anggota komunitas perempuan yang hadir terlihat sangat aktif mencoba bermain peran dalam membacakan buku dengan interaktif bersama anak-anak mereka.


PENGGIAT LITERASI KOTA SOLO JAWA TENGA INDONESIA


"Kami sangat antusias untuk menyelenggarakan acara ini bersama Komunitas Read Aloud Solo Raya. Membacakan buku secara nyaring adalah cara yang menyenangkan dan efektif untuk memperkenalkan anak-anak dengan dunia literasi. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat lebih menyadari pentingnya membacakan buku untuk pendidikan anak-anak dan menciptakan momen berharga bersama keluarga," kata Ibu Ranita selaku panitia dan perwakilan Puspaga.

Read Aloud Buku Fathimah, Pemimpin Perempuan di Surga


Saya berkesempatan untuk membacakan buku berjudul Fathimah, Pemimpin Perempuan di Surga dari penerbit Ziyad Book pada acara Kampung Ramadhan Masjid Al Muhajirin. Acara ini dihadiri para pengurus masjid dan anak- anak TPA di lingkungan masjid. Senang sekali rasanya bisa melihat antuasi adik- adik yang hadir. Ketika di akhir acara saya meminta mereka untuk mereview kisah yang baru saja mereka dengar, ternyata mereka mampu menyampaikan dengan baik.