Tampilkan postingan dengan label PRESS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRESS. Tampilkan semua postingan

Talkshow Bersama RRI Surakarta

PEGIAT LITERASI KOTA SOLO JAWA TENGAN INDONESIA


Diundang kedua kalinya sebagai tamu talkshow di RRI Surakarta untuk ngobrolin aktivitas read aloud atau membaca nyaring. Saya juga berbagi cerita tentang perjalanan saya mengikuti Suara dan Aksi Perempuan Pelopor (SIAP) 2025 dan program edukasi yang saya bawa, “Dari Lisan ke Literasi.”


Saya menceritakan bagaimana ajang SIAP 2025 bukan sekadar kompetisi atau panggung presentasi gagasan, tetapi ruang bertemunya perempuan-perempuan dengan aksi nyata. Di sana, saya membawa praktik baik membaca nyaring atau #readaloud sebagai gerakan sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, perempuan, orang tua, guru, hingga pegiat literasi. Saya ingin menyampaikan bahwa literasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar dan rumit. Ia bisa tumbuh dari suara yang dibagikan dengan penuh kesadaran dan cinta.


Dalam perbincangan itu, saya berbagi keyakinan bahwa membaca nyaring bukan sekadar membacakan teks. Ia adalah proses membangun kedekatan. Ketika orang tua membacakan buku untuk anak, yang terjadi bukan hanya transfer cerita, tetapi juga transfer rasa aman. Anak belajar mendengar, merespons, berimajinasi, sekaligus merasa diperhatikan. Dari situlah kecintaan pada buku mulai tumbuh. Dan ketika cinta sudah tumbuh, kebiasaan membaca akan lebih mudah terbentuk.


Saya juga menceritakan bagaimana praktik ini telah lama kami lakukan bersama teman-teman di Read Aloud Solo Raya. Di komunitas ini, kami percaya bahwa suara adalah jembatan menuju literasi. Aktivitas #membacanyaring yang dilakukan di rumah maupun di sekolah menjadi cara sederhana untuk menguatkan budaya membaca. Tidak harus lama, tidak harus sempurna, yang penting konsisten dan penuh kehadiran.



Liputan Antaranews Untuk Kegiatan Bimtek Membaca Nyaring


 ANTARA - Untuk menumbuhkan minat baca sejak dini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solo menyelenggarakan Bimbingan Teknis Read Aloud atau membaca dengan nyaring untuk para guru, pegiat literasi serta orang tua asuh, pada hari Senin-Rabu (19-21/5). Dengan membaca nyaring perbendaharaan kata anak bisa bertambah dan melatih anak menyampaikan pendapat sendiri sehingga tampil lebih percaya diri. (Denik Apriyani/Yovita Amalia/Rijalul Vikry)


Selengkapnya vido dapat ditonton di sini.

Lewat Read Aloud, Sara Neyrhiza Ajak Orang Tua Mendorong Anak Mencintai Buku sejak Dini Liputan Jawa Pos



Membacakan buku untuk anak sejak dini ternyata sangat baik untuk perkembangan otak anak di masa depan. Namun orang tua terkadang malas untuk melakukannya.Lewat komunitas Read Aloud, Sara Neyrhiza bersama ibu-ibu lainnya saling memberikan semangat membacakan buku untuk anak-anak. Sara Neyrhiza memegang buku cerita bergambar. Sambil membuka lembar demi lembar, dia bercerita apa yang ada di dalam buku kepada anak-anak di depannya. Mereka tampak antusias memperhatikan cerita itu sampai tuntas.




 

Komunitas Baca Solo Raya Mengenalkan Buku pada Anak Sejak Dini Liputan Antara News










 

Mengenal Lebih Dekat Komunitas Read Aloud Solo Raya Liputan Jawa Pos Radar Solo

  

SARA NEYRHIZA ZAHRA NOOR ERIZA ZEFRINA KHALILA

PEGIAT LITERASI BAHASA KOTA SOLO JAWA TENGAH INDONESIA


Baca berita selengkapnya : https://radarsolo.jawapos.com/features/841660428/terkurung-pandemi-sara-neyrhiza-lahirkan-komunitas-read-aloud-di-solo


2021, di tengah keinginan untuk terhubung dengan sesama pegiat literasi bahasa lainnya, saya mencoba menghubungi  dua orang kawan. Mbak Asri Pujihastuti, Guru SMKN7 Surakarta yang saya kenal ketika mengikuti seleksi Bunda Baca Kota Solo, dan Mbak Titi Setyoningsih, dosen FKIP Universitas Sebelas Maret yang lebih dulu saya kenal saat tergabung dengan Duta Cerita. Ketika menawarkan gagasan ini, saya hanya bilang bahwa "mungkin akan menyenangkan kalau kita bisa menyemangati para orang tua dan masyarakat pada umumnya untuk lebih cinta sama buku." 


Mbak Asri dan Mbak Titi bukan orang baru diranah tulis menulis. Mereka sudah terbiasa menulis buku ajar bahkan novel. Sehingga bak gayung bersambut, mereka menyetujui untuk bersama- sama menginisiasi lahirnya Komunitas Read Aloud Solo Raya. Visinya cukup sederhana 'Mulai dari Membaca Dukung Literasi Bahasa' Jadi ya nggak muluk- muluk. Suka baca dulu aja deh, mulai dari rumah, mulai dari menularkan ke anak sendiri, baru kita bergerak untuk menginfluence orang lain.


Sejarah singkat lahirnya Komunitas Read Aloud Solo Raya ini, ditulis dengan apik oleh Mbak Mannisa, jurnalis Radar Solo, Jawa Pos yang menghubungi saya beberapa waktu lalu. Melalui sambungan telpon, ia bertanya dari awal bagaimana komunitas ini berdiri, program dan aktivitasnya, hingga cita- cita ke depan ke arah mana komunitas ini di bawa.


Sejujurnya, memang masih panjang untuk menjaga ke-konsistensi-an  komunikasi dalam komunitas ini. Terlebih dengan situasi pandemi saat ini, rasanya setiap orang masih harus menahan diri berjumpa tatap muka. Tapi, kami akan mencoba perlahan, bagaimana semangat cinta buku ini bisa semakin tertularkan.


Melihat lebih dekat komunitas ini di www.instagram.com/readaloudsoloraya