Membacakan cerita kepada anak bukan hanya menyuarakan tulisan di dalam buku. Ada intonasi, ekspresi, jeda, dan cara berinteraksi yang membuat cerita terasa lebih hidup. Melalui membaca nyaring atau read aloud, sebuah cerita bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membuka ruang bagi anak untuk berimajinasi, belajar bahasa, dan menumbuhkan kecintaan terhadap buku.
Berangkat dari semangat tersebut, Komunitas Read Aloud Solo Raya menyelenggarakan Read Aloud Workshop pada Kamis, 1 Juli 2026, bertempat di Cold N Brew Solo Balapan. Kegiatan ini ditujukan bagi para penggiat literasi yang ingin mengenal lebih jauh teknik membaca nyaring sekaligus meningkatkan keterampilan dalam membacakan cerita.
Workshop berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan saya menjadi trainer kegiatan tersebut, dengan support Mbak Anis dan Mbak Nova.
Dalam kegiatan ini, saya mencoba mengenalkan kepada peserta mengenai konsep dan teknik dasar membaca nyaring. Materi mencakup bagaimana membangun suasana saat bercerita, menggunakan intonasi yang sesuai, mengolah ekspresi, serta menyampaikan cerita agar lebih menarik bagi pendengar.
Keterampilan tersebut penting bagi penggiat literasi, terutama mereka yang berinteraksi langsung dengan anak-anak di rumah, sekolah, maupun komunitas. Cara sebuah cerita dibacakan dapat memengaruhi perhatian dan keterlibatan anak selama kegiatan berlangsung.
Tidak berhenti pada teori, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan teknik yang dipelajari. Melalui latihan ini, peserta dapat mengenali hal-hal yang sudah dikuasai sekaligus menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki.Praktik menjadi bagian penting dalam proses belajar membaca nyaring. Sebab, setiap orang memiliki gaya bercerita yang berbeda, dan keterampilan tersebut akan semakin terasah melalui latihan yang konsisten.
Selanjutnya, peserta yang mengikuti workshop ini juga akan diberikan kesempatan untuk menjadi pembaca buku di acara Read Aloud Goes to School.


