Bagi saya, membaca buku bukan hanya tentang mengikuti sebuah cerita. Buku juga bisa membawa kita kembali pada kenangan, mengingat pengalaman masa kecil, dan melihat kembali perjalanan diri dari sudut pandang yang berbeda.
Pengalaman itu hadir saat saya dipercaya memandu kegiatan Nusa Membaca bersama Gramedia di Solo, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Kegiatan ini mengajak peserta dari Komunitas Read Aloud solo Raya merayakan kedekatan dengan buku melalui membaca bersama, berbagi cerita, dan menulis surat untuk diri sendiri.
Salah satu bagian yang menarik bagi saya adalah ketika peserta membaca buku favorit mereka saat kecil. Setiap orang memiliki pilihan dan kenangan yang berbeda terhadap buku yang pernah menemani masa kecilnya. Setelah membaca, peserta berbagi cerita tentang buku yang dipilih. Dari sesi ini, buku menjadi lebih dari sekadar bacaan. Ada kenangan yang kembali diingat, pesan cerita yang masih melekat, hingga pengalaman personal yang ingin dibagikan kepada orang lain.
Sebagai pemandu acara, saya melihat sesi berbagi ini menjadi ruang untuk saling mengenal melalui cerita. Buku yang mungkin sederhana bagi seseorang ternyata bisa menyimpan makna tersendiri bagi orang lain.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menulis surat untuk diri sendiri. Peserta diajak meluangkan waktu untuk menuliskan pikiran, perasaan, atau pesan yang ingin disampaikan kepada dirinya. Aktivitas ini memberikan pengalaman yang berbeda dari sesi membaca dan berbagi cerita.
Bagi saya, perpaduan membaca, bercerita, dan menulis membuat kegiatan ini terasa personal. Membaca membawa peserta kembali pada kenangan masa kecil, sementara menulis surat membuka ruang untuk merefleksikan diri pada masa kini.
Melalui Nusa Membaca bersama Gramedia, saya kembali melihat bahwa kegiatan literasi dapat hadir dalam bentuk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Buku bukan hanya sarana untuk menambah pengetahuan, tetapi juga bisa menjadi jembatan untuk berbagi pengalaman, membangun hubungan, dan mengenal diri sendiri.
Pengalaman memandu kegiatan ini juga menjadi bagian dari perjalanan saya dalam dunia komunikasi dan literasi, dua hal yang saling berkaitan dalam mendorong orang untuk menyampaikan cerita, mendengarkan pengalaman orang lain, dan menemukan makna dari apa yang dibaca.


