Tampilkan postingan dengan label DIGITAL LITERACY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIGITAL LITERACY. Tampilkan semua postingan

Workshop Literasi Digital Untuk UMKM

KUMPULAN EMAK BLOGGER

PEGIAT LITERASI DIGITAL


Perempuan merupakan kelompok rentan dalam era digital, termasuk dalam pemanfaatan internet, baik untuk aktivitas harian maupun untuk berkarya dan digdaya di ruang digital. Internet juga dapat menjadi kanal unggulan dalam mempromosikan potensi perekonomian suatu daerah, seperti  potensi produksi UMKM.


Untuk itulah, sebagai upaya untuk mengambil bagian dalam peningkatan kapasitas masyarakat di bidang Literasi Digital, Sara Neyrhiza menjadi salah satu narasumber dalam acara Roadshow & Workshop Literasi Digital dengan tema "Perempuan #MakinCakapDigital Berkarya dan Digdaya" yang diikuti oleh 300 peserta pelaku UMKM secara offline dan online. Sara membawakan materi mengenai Praktik Etika dalam Branding dan Marketing. Acara ini diadakan oleh Kumpulan Emak Blogger di House of Danar Hadi, Surakarta pada tanggal 7 September 2022.



SARA NEYRHIZA ZAHRA NOOR ERIZA


Bersama Komunitas Blogger Daerah yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, harapannya setelah mengikuti workshop ini peserta dapat meningkatkan literasi digital dalam mengoptimalkan branding serta marketing dalam wirausahanya.

Bincang Digital Bersama Ruangguru, Kominfo dan Siberkreasi

  

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menjadi pembicara di acara Bincang Digital  yang diadakan Ruang Guru, kerja sama dengan Kemeterian Komunikasi dan Informatika dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Tema yang saya bawakan mengenai Budaya Digital dan Fenomenanya dalam Masyarakat.


Budaya digital terbentuk dari cara kita berinteraksi, berperilaku, berpikir dan berkomunikasi dalam lingkungan masyarakat ketika menggunakan teknologi dan internet. Namun sayangnya, tidak semua orang memahami bagaimana menggunakan teknologi ini secara bijaksana dan beretika. Ketika seseorang memiliki budaya digital yang lemah, maka bisa memunculkan pelanggaran terhadap hak digital orang lain.


Hak digital sendiri dapat dibedakan menjadi tiga yakni hak untuk mengakses, hak untuk berekspresi dan hak untuk merasa aman (SAFEnet, 2019). Meskipun kita memiliki hak asasi untuk bisa berekspresi di dunia maya, namun kebebasan ini selalu dibatasi oleh hak orang lain. Bebas tetapi tetap berbatas.


Selengkapnya mengenai bahasan ini, bisa ditonton di video berikut.





Tular Nalar Bersama Pondok Pesantren Ushuluddin Singkawang

 



Tular Nalar adalah sebuah program inisiatif Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), Love Frankie dan Ma'arif Institute yang didukung oleh Google. org. Terlibat sebagai fasilitator, pada 28 Juni 2021 saya menjadi narasumber pada webinar Tular Nalar bersama dengan Pondok Pesantren Usuludin Singkawang, Kalimantan Barat.


Pada acara ini saya menjelaskan berbagai fenomena digital yang menuntut kemampuan literasi digital yang mumpuni. Sehingga para pengguna internet, tidak mudah terjebak berbagai informasi hoaks yang mampu memecah belah persatuan negar.